JASA KONSULTASI TEKNIK

Layanan konsultasi untuk mendukung organisasi di semua sektor industri dan bisnis pemerintah

Risk Based Inspection (RBI)

Risk Based Inspection (RBI) adalah sistem pembuatan strategi pemeliharaan dan perencanaan inspeksi berdasarkan kemungkinan risiko yang terjadi. Dalam hal ini RBI adalah penilaian risiko dan manajemen proses yang difokuskan pada hilangnya ketahanan peralatan bertekanan pada fasilitas pengelolaan karena kerusakan material.

Tujuan RBI

  • Melihat profil risiko dari semua peralatan statis bertekanan (pressure vessel, tanki, boiler, heat ex changer, PSV, dan piping).
  • Membuat peringkat risiko dan menyusun skala prioritas perencanaan inspeksi.
  • Merancang strategi maintenance dan repair yang tepat.
  • Meminimalisasi kegagalan peralatan serta menghindari unplanned shutdown.
  • Mengelola program inspeksi, maintenance dan repair (IMR) secara cost effective.

Reliability Centered Maintenance (RCM)

Reliability Centered Maintenance (RCM), adalah proses analitis pada equipment kritis untuk menetapkan perawatan terjadwal yang diperlukan untuk mendapatkan kehandalan, operasi, keselamatan aset dan lingkungan.

Mekanisme kerusakan adalah proses secara mikro ataupun makro yang menyebabkan kerusakan material dari waktu ke waktu yang mempengaruhi kondisi sifat mekanik. Mekanisme kerusakan termasuk korosi, serangan kimia, pemuluran (creep), erosi, kelelahan (fatigue), fracture, dan thermal aging.

Tujuan RCM

  • Memastikan keselamatan, kehandalan, ketersediaan dan menentukan biaya operasi
  • Melihat profil risiko dari semua peralatan perawatan dinamik (pompa, kompresor, genset,).
  • Menentukan rencana, strategi dan kegiatan perawatan proaktif berdasarkan tingkat resiko yang ada.
  • Merancang strategi maintenance dan repair yang tepat.
  • Meminimalisasi kegagalan peralatan serta menghindari unplanned shutdown; dan
  • Mengelola program inspeksi, maintenance dan repair (IMR) secara cost effective.

Asset Integrity Management System (AIMS)

Asset integrity Management System (AIMS) adalah sistem yang digunakan
untuk memastikan dan menjamin bahwa aset bisa beroperasi dengan aman dan
handal sesuai dengan desainnya, mulai dari konsep, manufacturing/fabrikasi,
dan instalasi, operasi, modifikasi, pemeliharaan sampai decommissioning
melalui analisa dan inspeksi teknis

Tujuan AIMS

  • Memastikan keselamatan, kehandalan, ketersediaan dan menentukan biaya operasi
  • Melihat profil risiko dari semua peralatan perawatan dinamik (pompa, kompresor, genset)
  • Menentukan rencana, strategi dan kegiatan perawatan proaktiv berdasarkan tingkat risiko yang ada.
  • Merancang strategi maintenance dan repair yang tepat.
  • Meminimalisasi kegagalan peralatan serta menghindari unplanned shutdown; dan
  • Mengelola program inspeksi, maintenance dan repair (IMR) secara cost effective.

Pipeline Integrity Management System (PIMS)

Salah satu fungsi utama dari inspeksi adalah untuk memastikan Kehandalan (reliability), keberadaan (availability) dan profitability (benefit) dari peralatan operasional industrial plant sehingga dapat menghindari tidak berfungsinya
peralatan dan dapat mengakibatkan

  • Bencana
  • Profitabilitas menurun
  • Hilangnya waktu
  • Menurunnya produksi
  • Dan lain-lain

 

Tetapi pada kenyataan banyak pemakai/pekerja tidak tahu :

  • Kapan Inspeksi harus dilaksanakan
  • Daerah mana dan berapa presentasi yang harus dilakukan inspeksi
  • Orang yang tepat melakukannya
  • Bagaimana Inspeksi tersebut dilakukan.

 

Tujuan PIMS

  • Membuat program inspeksi terhadap setiap segmen pada pipeline.
  • Membuat strategi pemeliharaan yang efektif dan optimum sesuai dengan program inspek sinya.
  • Memilih metode inspeksi yang tepat.
  • Mengetahui kelemahan sistem PIMS tersebut