JADWAL PELATIHAN

Update Jadwal Pelatihan TCI

5 October 2026
-
8 October 2026
Office & Workshop TCI (Jakarta selatan & Tangerang Selatan)
Rp13.500.000
Minimal 5 Peserta

Non Destructive Test (Magnetic Test) | Training & Sertifikasi ASNT BNSP

Tujuan NDT MT

  • Mendeteksi Retak dan Cacat: Menemukan cacat kritis seperti retakan (cracks), lap, seam, porosity, dan lack of fusion pada sambungan las atau komponen logam.

  • Mencegah Kegagalan Struktur (Failure Prevention): Mengidentifikasi retakan mikroskopis sejak dini untuk meminimalisasi risiko kecelakaan kerja atau kerusakan fatal pada peralatan bertekanan/beban tinggi.

  • Memastikan Keamanan & Kepatuhan Standar: Menjamin material atau sambungan las memenuhi standar keselamatan industri (seperti ASME, API, atau ISO) sebelum maupun selama beroperasi.

  • Evaluasi Hasil Pengelasan & Manufaktur: Melakukan kontrol kualitas (quality control) pada produk cetakan (casting), tempaan (forging), dan hasil pengelasan selama proses produksi atau perbaikan.

  • Pemeriksaan Perawatan Berkala (In-Service Inspection): Memantau keandalan komponen yang sedang beroperasi secara rutin untuk mengidentifikasi kelelahan material (fatigue) atau kerusakan akibat korosi.

6 October 2026
-
30 October 2026
Head Office TCI – Jakarta Selatan
RpRp 7.500.000
Minimal 5 Peserta

RBI Engineer | Pra Asesmen & Asesmen Only | BNSP

Risk Based Inspection (RBI) adalah sistem pembuatan strategi pemeliharaan dan perencanaan inspeksi berdasarkan kemungkinan risiko yang terjadi. Dalam hal ini RBI adalah penilaian risiko dan manajemen proses yang difokuskan pada hilangnya ketahanan peralatan bertekanan pada fasilitas pengelolaan karena kerusakan material.

Tujuan RBI

  • Melihat profil risiko dari semua peralatan statis bertekanan (pressure vessel, tanki, boiler, heat ex changer, PSV, dan piping).
  • Membuat peringkat risiko dan menyusun skala prioritas perencanaan inspeksi.
  • Merancang strategi maintenance dan repair yang tepat.
  • Meminimalisasi kegagalan peralatan serta menghindari unplanned shutdown.
  • Mengelola program inspeksi, maintenance dan repair (IMR) secara cost effective.
6 October 2026
-
30 October 2026
Head Office TCI – Jakarta Selatan
RpRp 7.500.000
Minimal 5 Peserta

PIMS Engineer | Pra Asesmen & Asesmen Only | BNSP

Salah satu fungsi utama dari inspeksi adalah untuk memastikan Kehandalan (reliability), keberadaan (availability) dan profitability (benefit) dari peralatan operasional industrial plant sehingga dapat menghindari tidak berfungsinya
peralatan dan dapat mengakibatkan

  • Bencana
  • Profitabilitas menurun
  • Hilangnya waktu
  • Menurunnya produksi
  • Dan lain-lain

 

Tetapi pada kenyataan banyak pemakai/pekerja tidak tahu :

  • Kapan Inspeksi harus dilaksanakan
  • Daerah mana dan berapa presentasi yang harus dilakukan inspeksi
  • Orang yang tepat melakukannya
  • Bagaimana Inspeksi tersebut dilakukan.

 

Tujuan PIMS

  • Membuat program inspeksi terhadap setiap segmen pada pipeline.
  • Membuat strategi pemeliharaan yang efektif dan optimum sesuai dengan program inspek sinya.
  • Memilih metode inspeksi yang tepat.
  • Mengetahui kelemahan sistem PIMS tersebut
27 October 2026
-
30 October 2026
Head Office TCI – Jakarta Selatan
RpRp 7.500.000
Minimal 5 Peserta

Pengkajian Hazop

Latar Belakang Pengkajian HAZOP

  • Mengidentifikasi bahaya: Menemukan potensi risiko keselamatan, kesehatan, dan dampak lingkungan secara proaktif.
  • Mendeteksi masalah operasional: Mengetahui penyimpangan proses yang dapat mengganggu jalannya produksi atau merusak peralatan.
  • Mengevaluasi sistem pengamanan: Memastikan sistem proteksi dan alarm yang ada sudah cukup kuat untuk mencegah kecelakaan.
  • Rekomendasi perbaikan: Memberikan solusi atau modifikasi desain untuk meningkatkan keamanan dan keandalan sistem. 
Tujuan Pengkajian HAZOP
Secara umum, HAZOP bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan masalah operasional dalam suatu sistem secara proaktif. Secara lebih rinci, berikut adalah tujuan utama pengujian HAZOP:
    • Mengidentifikasi Penyimpangan (Deviations): Menemukan bagaimana suatu sistem proses bisa menyimpang dari desain awal yang direncanakan (menggunakan kombinasi kata pandu atau guide words seperti No, More, Less, As Well As).
    • Menilai Konsekuensi: Menganalisis dampak yang terjadi jika penyimpangan tersebut benar-benar terjadi, baik dampaknya terhadap keselamatan pekerja, kerusakan alat, maupun lingkungan.
    • Mengevaluasi Sistem Pengamanan (Safeguards): Memeriksa apakah sistem proteksi yang ada saat ini (seperti alarm, interlock, atau katup pelepas tekanan) sudah cukup kuat untuk mencegah atau meminimalkan risiko dari penyimpangan tersebut.
    • Memberikan Rekomendasi Tindakan: Mengusulkan perbaikan desain, penambahan sistem pengamanan, atau modifikasi prosedur operasi jika pengamanan yang ada dinilai belum cukup memadai.
    • Meningkatkan Efisiensi Operasional: Selain aspek keselamatan, HAZOP juga bertujuan mengidentifikasi masalah yang dapat menyebabkan operasional pabrik terganggu atau terhenti (shutdown), sehingga perusahaan bisa menghindari kerugian finansial.


27 October 2026
-
30 October 2026
Head Office TCI – Jakarta Selatan
Rp7.500.000
Minimal 5 Peserta

Inspektur Instalasi SPBU

LATAR BELAKANG:

Sebagai bagian krusial dari jaringan distribusi energi di Indonesia, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tergolong dalam industri dengan tingkat risiko operasional yang sangat tinggi (high risk). Sifat bahan bakar cair maupun gas yang dikelola sangat mudah terbakar (flammable), sehingga mengharuskan seluruh sistem fasilitas instalasi dikelola dengan standar pengawasan yang ketat. Kepatuhan terhadap prosedur keamanan yang komprehensif menjadi kunci utama demi mencegah terjadinya kegagalan sistemitas di lapangan.

TUJUAN:

  1. Memahami Regulasi dan Hukum Migas: Menguasai dasar hukum, undang-undang, serta peraturan menteri terbaru yang mengatur tentang standarisasi keselamatan kerja dan kualifikasi instalasi migas, khususnya SPBU. 
  2. Menguasai Standar & Code Internasional/Nasional: Memahami kode teknis yang berlaku dalam memeriksa material, tangki penyimpanan bawah tanah (underground tank), sistem perpipaan, dan perangkat dispenser. 
  3. Mampu Melakukan Prosedur Inspeksi & Pengujian: Memiliki keterampilan teknis untuk menerapkan checklist inspeksi, melakukan pengujian fisik, menyaksikan uji tekan (pressure test), uji kebocoran, hingga pemeriksaan kelistrikan proteksi (seperti sistem grounding dan penangkal petir). 
  4. Menerapkan Prinsip K3LL (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Perlindungan Lingkungan): Mampu mengidentifikasi potensi bahaya (hazard), memitigasi risiko kebakaran/ledakan, serta memastikan operasional SPBU tidak mencemari lingkungan sekitar. 
  5. Mampu Menyusun Laporan & Rekomendasi Teknis: Terampil dalam membuat dokumentasi pelaporan hasil inspeksi yang akurat, objektif, dan sistematis sebagai dasar penerbitan sertifikat kelayakan operasi instalasi.
  6. Menghadapi Uji Kompetensi BNSP: Mempersiapkan mental dan pengetahuan teknis peserta agar siap menghadapi asesmen oleh asesor profesional guna meraih gelar kompeten (K) dan mengantongi sertifikat kompetensi resmi dari BNSP.
28 October 2026
-
29 October 2026
Head Office TCI – Jakarta Selatan
RpRp 1.500.000
Minimal 5 Peserta

AI Awareness Training Program

Tujuan utama dari pelatihan AI Awareness (Kesadaran Kecerdasan Buatan) adalah memberikan pemahaman mendasar bagi karyawan atau organisasi tentang apa itu AI, cara kerjanya, serta potensi dan dampaknya terhadap operasional kerja sehari-hari. Pelatihan ini tidak bertujuan untuk mencetak programmer atau data scientist, melainkan untuk membangun kesiapan digital (digital readiness) bagi seluruh jajaran level pekerjaan.
1. Membangun Mindset Digital (AI Mindset)

  • Mengubah persepsi karyawan terhadap AI, dari semula dianggap sebagai ancaman menjadi rekan kerja kolaboratif (copilot).

  • Menumbuhkan rasa ingin tahu untuk mengeksplorasi inovasi berbasis teknologi.

2. Meningkatkan Produktivitas dan Efisiensi Kerja

  • Mengenalkan berbagai alat AI yang dapat mempercepat penyelesaian tugas administratif, penulisan, analisis data dasar, hingga pembuatan konten visual.

  • Mengajarkan cara merumuskan perintah (prompt engineering) yang efektif agar hasil yang didapatkan akurat.

3. Menjaga Keamanan Data dan Kepatuhan Etika

  • Memahamkan batasan mengenai data apa saja yang boleh dan tidak boleh dimasukkan ke dalam sistem AI.

  • Memberikan kesadaran mengenai pentingnya memeriksa ulang hasil AI (fact-checking) untuk menghindari hoaks atau bias.

4. Menyelaraskan Strategi Bisnis Organisasi

  • Memastikan seluruh divisi (HR, Marketing, Operasional, Keuangan) memiliki pemahaman dasar yang sama sehingga komunikasi transisi digital berjalan lancar.

  • Membantu manajemen mengidentifikasi proses kerja mana yang siap diotomatisasi.